Cerita Rakyat Sangkuriang dan Dayang Sumbi - Bandung memiliki sebuah gunung yang bernama gunung Tangkuban Perahu. Nah gunung ini dinamai seperti itu karena bentuknya mirip perahu terbalik. Mengapa bisa disebut demikian ? pasti ada asal usulnya dong. Menurut cerita rakyat yang beredar dari mulut kemulut gunung itu bermula dari sebuah kisah .
Pada zaman dahulu kala, dikahyangan dikutuklah sebuah dewa yang menjelma menjadi seekor anjing dia bernama Tumang kerana perbuatanya dia mendapat kutukan dan diturunkan ke bumi. Sementara itu disebuah kerajaan tinggalah seorang Raja dan seorang ratu dengan anaknya yang sangat cantik dia bernama Dayang Sumbi.
Waktu terus berlalu Dayang Sumbi kini menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik dan disegani tiap orang. Banyak para lelaki yang ingin mempersuntingnya hingga suatu saat dia sedang berada di beranda istana untuk menenun. Si Tumang yang mengetahui kecantikan Dayang Sumbi memberanikan diri untuk berkenalan dan menampakan wujud aslinya.
“Hey..anjing manis sini..kau kemari” elus Dayang Sumbi
“Kamu cantik sekali” kata Tumang
“Ka...kam...kamu...bisa bicara?” gumam Dayang Sumbi
Sleeeeeerrrrrppppp, seketika itu juga Tumang menampakanya wujud aslinya sebagai lelaki yang sangat tampan dan menceritakan kejadian yang menimpanya.
Sejak pertemuan itu Dayang Sumbi merasa punya hati dengan Tumang. Sampai pada suatu saat Dayang Sumbi menikah dengan Tumang dan mereka hidup berbahagia meskipun pernikahanya dipandang sebelah mata oleh keluarga istana. Beberapa tahun sete;ah menikah mereka dikaruniai seorang putra yang mereka beri nama Sangkuriang. Tahun demi tahun Sangkuriang tumbuh sebagai seorang putra yang tampan dan suka berburu ke hutan. Tiap kali berburu Sangkuriang selalu ditemani anjingnya yaitu si Tumang yang juga Ayah kandungnya . Sang ibu merahasiakan keadaan sebenarnya kepada Sangkuriang sehingga Sangkuriang tak pernah tahu keadaan sebenarnya.
Siang itu, Sangkuriang berburu ke hutan namun dia belum mendapat mangsa. Matahari mulai menyembunyikan sinarnya dan Sangkuriang merasa kelaparan kerana lupa membawa bekal.
“Duh lapeer sekali...belum dapat mangsa lagi” keluhnya sambil memegangi perutnya
Sontak dia melihat Tumang yang sedang tertidur tak jauh darinya.
“Ah aku bunuh saja si Tumang lalu aku nikmati dagingnya pasti lezat sekali” pikirnya
Akhirnya dia menembakan senapanya kearah Tumang hingga beberapa kali sampai dia tak lagi bernyawa dengan ganasnya Sangkuriang memakan daging Tumang, ayahnya sendiri.
Sesampainya dirumah dia didesak ibunya yang mempertanyakan keberadaan si Tumang. Dengan rasa ketakutan dia menceritakan kejadian sebenernya tadi kalau Tumang telah dimakanya karena lapar. Sontak saja Dayang Sumbi marah bukan main. Dia menampar dan mengusir Sangkuriang seketika itu juga. Dengan berat hati Sangkuriang pun meninggalkan ibunya. Namun selang beberapa bulan Dayang Sumbi merasa rindu dengan keberadaan anaknya. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Sang Dewa untuk dipertemukanya lagi sebelum dia meninggal. Karena kesungguhan doanya dia diberi umur panjang dan tetap awet muda.
Suatu ketika Sangkuriang ingin pulang dan kembali ke desa ibunya. Dia merasa kaget dengan keadaan desanya sekarang. Disebuah jalan dia bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Sangkuriang yang sudah menjadi sosok pria dewasa mulai merasakan ketertarikanya kepada wanita itu.
“Wah cantik sekali wanita itu, siapakah dia ?” gumamnya dalam hati.
Dia pun mencari tau identitas wanita itu dan dia berniat mempersuntingnya. Saat ditemui dirumah Dayang Sumbi yang juga ibu kandungnya sendiri, Sangkuriang tak banyak bertele-tele dia ingin meluruskan niat untuk mempersuntingnya dalam waktu dekat ini. Mereka pun saling setuju dan merasa sama-sama suka.
Namun siapa sangka, Dayang sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang itu adalah anaknya dia menemukan sebuah tanda dalam tubuhnya yang sangat dia kenali yaitu berupa bercak merah pada tangan kirinya. Diapun memutar otak untuk mencari siasat agar Sangkuriang tidak jadi menikahinya.
“Sangkuriang, maafkan aku, aku tidak bisa menikah denganmu kanda”
“Kenapa Dayang Sumbi? Bukankan kau cinta aku dan aku cinta kamu ?”
“Kalau kamu ingin menikahi ku aku punya 2 persyaratan yang harus kau penuhi sebelum fajar terbit”
“Apapun itu aku akan sanggup lalukan !”
Sangkuriang yang sudah terpikat dan cinta mati kepada Dayang sumbi menyanggupi persyaratan yang diberikan Dayang Sumbi. Dayang sumbi menjelaskan persyaratan yang diaujukan kepadanya bahwa Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit dan membuat sebuah perahu untuk menyusurinya sebelum fajar terbit.
Dengan kekuatan yang dimilikinya dan dibantu para jin dan makhluk halus lainya Sangkuriang mengerjakan apa yang diminta Dayang Sumbi, pekerjaanya pun jadi lebih cepat selesai dari yang dibayangkan Dayang Sumbi. Hampir sedikit lagi dia akan selesai. Melihat hal itu Dayang Sumbi ketir-ketir , dia lalu memutar otaknya lagi. Akhirnya dengan sungguh-sungguh dia berdoa untuk meminta kepada Sang Dewa agar mempercepat datangnya pagi, suara ayampun akhirnya berkokok, Sangkuriang pun menghentikan pekerjaanya dan merasa ditipu oleh Dayang Sumbi. Sangkuriang marah dan menendang perahu yang hampir jadi itu hingga terbalik dan inilah yang dinamakan gunung Tangkuban perahu. Tak hanya itu, dia juga menjebol bendungan yang telah dibuatnya sehingga menyebabkan seluruh bukit terendam air yang menenggelamkan Sangkuriang dan Dayang Sumbi.